Thursday, February 3, 2011

Di Sebuah Persimpangan Jalan

Terik matahari memaksa seorang pengamen berhenti mencari nafkah, sementara sebuah mobil mengikutsertakan diri ke dalam padatnya antrean panjang. Di keremangan setengah fatamorgana, tiang-tiang listrik mencuat seperti sedotan panjang di jajaran pudding caramel, lengket oleh debu dan panas seperti potongan kabel sehabis korslet. Warna-warna memeriahkan tepi jalan yang dipadati reklame, jenuh oleh konvensionalitas berlebihan yang menawarkan efisiensi. Padat udara menyematkan aroma kakus dari gorong-gorong; di ujung sana seorang pemuda tak bercelana mungkin sedang menyembuhkan sakit perutnya, atau pipa-pipa pembuangan yang mencuat tanpa saluran memuntahkan alirannya. Ia mengamati dari samping etalase sebuah toko, dengan tangan kiri di bawah lembaran tebal dan tangan kanan yang menari dengan pensil karbon di atasnya.


Bandung, Januari 2007

No comments:

Post a Comment